Resume Artikel

Menghadapi Body Shaming Melalui Pandangan Stoisisme


Judul artikel : Menghadapi Body Shaming Melalui Pandangan Stoisisme  

Tanggal : 7 Febuari 2022

Tema : Body Shaming

Penulis : Putri Khalestia.


Apa itu body shaming?

Body shaming adalah segala bentuk perilaku atau praktik menghina bentuk atau ukuran tubuh orang lain. tindakan mengkritik secara terang-terangan penampilan tubuh seseorang atau membandingkan bentuk dan ukuran tubuh dengan orang lain, bisa dikategorikan sebagai perilaku body shaming. body shaming sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Entah itu karena suatu hal yang memang tanpa sadar dilakukan orang tersebut (lost control) atau motifnya yang seringkali dibalut oleh kata 'bercanda'. Padahal dampaknya bisa jauh lebih besar dari apa kita kira terutama dampak psikologis. 


Berikut adalah cara Menghadapi Body Shaming Melalui Pandangan Stoisisme  :

1. Dikotomi kendali

Sebuah cara pandang bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terdiri dari  hal-hal yang bisa kita kendalikan  seperti, opini, persepsi , keinginan , tujuan , dan segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri ,dan  yang tidak bisa kita kendalikan seperti, tindakan orang lain, opini orang lain. Kita tidak bisa mengendalikan perilaku orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan pikiran kita apakah kita akan terganggu olehnya atau tidak, apakah kita akan marah, sedangkan kita tahu bahwa itu semua termasuk hal-hal di luar kendali kita..

2. Endure

Perlu kesabaran dan harus bisa menahan emosi agar tidak terpancing dan memperkeruh suasana. Setelah itu, balik lagi ke dikotomi kendali, bukankah terlalu membuang energi kalau sampai marah-marah padahal kita sudah tahu dan sadar bahwa opini orang lain adalah hal di luar kendali kita?Maka penting sekali mencoba melihat dari sudut pandang pelaku  Dengan memahami niat dan perspektif mereka, kita bisa memberi respons yang lebih baik. Mungkin, sebenarnya mereka tidak bermaksud untuk menyakiti hati kita tetapi kita yang keliru dan salah paham. inilah yang dinamakan endure them, mencoba hidup dan saling menoleransi dengan mereka.

3. Instruct.

artinya memberikan instruksi atau arahan. Kita masih memiliki hak untuk mengeluh (complaint) dengan tujuan memperbaiki orang lain. kita bisa mengedukasi mereka tentang dampak negatif dari body shaming khususnya dari sisi psikologis bagi korban. Dimulai dari hilangnya rasa kepercayaan diri, cenderung membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bahkan tidak jarang akhirnya menjadi kurang bersyukur atas pemberian dari Tuhan, atau lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan depresi dan keinginan untuk bunuh diri. 

4. Selektif memilih teman dan lingkungan

Jauhi lingkungan yang dapat merusak mental.Jika kamu menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang ada di luar kendali , maka itulah yang membuat kita menjadi tidak pernah merasa cukup dan tidak bersyukur dan selalu merasa insecure.

Komentar